Minggu lalu sempat meluangkan waktu untuk pulang kampung untuk sekedar melepas lelah dari hiruk pikuk kehidupan kota yang menyesakkan dada. Kesempatan emas ini tidak saya lewatkan untuk mengambil gambar pelabuhan sejarah Oransbari yang sejak lama runtuh akibat gempa besar yang kalau tidak salah tahun 2000 silam. walau kondisinya mengenaskan pemandangannya mempunyai nilai dan histori sendiri.
Dermaga sepanggal yang sisinya sudah tidak bersentuhan lagi dengan sisi daratan menjadi tempat untuk nelayan setempat untuk meraup Dollar eh salah untuk mencari ikan. tidak jauh dari dermaga berdiri sebuah gudang tua, menurut rumor yang beredar bangunan itu sudah berdisi sejak zaman prasejarah eh salah sejak jaman Belanda, walau sudah di terjang Ombak dan gempa iya masih tetap berdiri kokoh walau bebarapa bagiannya sudah hancur hmmm Aku ingin seperti itu.
saya persiapkan semua yang di butuhkan, mulai dari baju panjang, cek kondisi motor dan semua peralatan lainnya, tidak lupa juga Kamera Digital 12MP dan segera meluncur ke Tekape, oh iya saya juga ditemani dengan beberapa teman untuk lebih menyegarkan suasana.
Inilah foto-foto Pelabuhan Oransbari, mungkin ada sedikit penampakan-penampakan.. harap maklum !! Klik gambar untuk lihat lebih besar
_____________
_____________
_____________
_____________
Sekian dulu yah... kapan-kapan saya posting Lagi !!!
Baca selengkapnya...
Showing posts with label All. Show all posts
Showing posts with label All. Show all posts
WIsuda
Akhirnya selama 3 tahun bergulat dengan mata kuliah sampai juga pada titik Akhir, tepat 28 Septeber 2011 akan menjadi bagian dari lukisan Sejarahku. Wisuda pertama kali seumur umur hidup. bayangan suasananya tidak bisa di bayangkan lagi, pasti ada haru bahagia, sedih dan mungkin tangisan-tangisan perpisahan dari teman-teman seperjuangan
Ada percakapan kecil antara kami
Didalam ruangan Kantor Kampus Menunggu Acc KTI dari dosen. di Sofa yang empuk, kami bertiga duduk meratapi lelah selama ini
A: "Akhirnya Selese juga perjuangan kita" menarik nafas panjang Sambil menatap langit-langit kantor
B: "Yup, Kita Selesekan ini semua dengan perjuangan , sepantasnya kita akan menikmati hasilnya saat ini" Sibuk dengan membuka KTInya tanpa melihat si A.
C: "berbicara perjuangan, Sepertinya ini bukan Akhir kawan, ini adalah Awal dari perjuangan kita. kita masih muda dan masih banyak lagi yang akan kita lakukan nanti setelah selese di sini"
A: "Perjuangan untuk berbakti kepada Masyarakat"
C: "Bukan Itu Saja, ada lagi yaitu Perjuangan untuk kita menahan Tangis Waktu Wisuda nanti.. Ahahha"
Yang Saya tau Wisuda nanti pasti Seru !!!!
kunjungi Blog Akperku juga
Baca selengkapnya...
Ada percakapan kecil antara kami
Didalam ruangan Kantor Kampus Menunggu Acc KTI dari dosen. di Sofa yang empuk, kami bertiga duduk meratapi lelah selama ini
A: "Akhirnya Selese juga perjuangan kita" menarik nafas panjang Sambil menatap langit-langit kantor
B: "Yup, Kita Selesekan ini semua dengan perjuangan , sepantasnya kita akan menikmati hasilnya saat ini" Sibuk dengan membuka KTInya tanpa melihat si A.
C: "berbicara perjuangan, Sepertinya ini bukan Akhir kawan, ini adalah Awal dari perjuangan kita. kita masih muda dan masih banyak lagi yang akan kita lakukan nanti setelah selese di sini"
A: "Perjuangan untuk berbakti kepada Masyarakat"
C: "Bukan Itu Saja, ada lagi yaitu Perjuangan untuk kita menahan Tangis Waktu Wisuda nanti.. Ahahha"
Yang Saya tau Wisuda nanti pasti Seru !!!!
kunjungi Blog Akperku juga
Baca selengkapnya...
Tentang Clicksense
Sekarang sudah banyak sekali program-program PTC di sana-sini sampai-sampai kita sendiri bingung harus pilih yang mana, kadang terlalu banya program PTC yang kita ikuti terlalu banyak pula waktu yang kita buang dan harus repot buka Webnya satu persatu.
Saat ini yang saya ikuti adalah ClickSense, hanya dengan melihat Iklan kita bisa mendapatkan penghASILAN WALAU tidak begitu banyak tapi cukup untuk membeli rumah, motor, dan mobil.. ups becanda, berikut penjalan dari Clicksense.
Clicksense
Keuntungan utama dari mengikuti program ini:
- Upaya penghasilan
- Dapatkan dari rumah
- Dijamin iklan setiap hari
- Statistik Detil
- Upgrade peluang
- Sebuah komunitas khusus
- Peningkatan manajemen
- Jutaan klien potensial
- Negara penyaringan
- keamanan anti-cheat
- Statistik Detil
- Anda perlu, pilihan Anda
- Lingkungan Aman dan stabil
- Dukungan Profesional
- Instan layanan
- Lalu lintas tinggi
- Inovatif
- Pelanggan yang berorientasi bisnis
Jadi Tunggu Apa lagi, kalau memang sering online tapi tidak ada keunutungan daftar segera !!
Klik Disini untuk Daftar
atau klik Banner nya

Baca selengkapnya...
Saat ini yang saya ikuti adalah ClickSense, hanya dengan melihat Iklan kita bisa mendapatkan penghASILAN WALAU tidak begitu banyak tapi cukup untuk membeli rumah, motor, dan mobil.. ups becanda, berikut penjalan dari Clicksense.
Clicksense
Keuntungan utama dari mengikuti program ini:
- Upaya penghasilan
- Dapatkan dari rumah
- Dijamin iklan setiap hari
- Statistik Detil
- Upgrade peluang
- Sebuah komunitas khusus
- Peningkatan manajemen
- Jutaan klien potensial
- Negara penyaringan
- keamanan anti-cheat
- Statistik Detil
- Anda perlu, pilihan Anda
- Lingkungan Aman dan stabil
- Dukungan Profesional
- Instan layanan
- Lalu lintas tinggi
- Inovatif
- Pelanggan yang berorientasi bisnis
Jadi Tunggu Apa lagi, kalau memang sering online tapi tidak ada keunutungan daftar segera !!
Klik Disini untuk Daftar
atau klik Banner nya

Baca selengkapnya...
Raup Dollar di Internet dari Google Adsense
Posted by
Muhammad Ikhsan
, at 8:43 PM, in
Labels:
All
Dapat Dollar dari google adsense kenapa tidak?? sambil duduk-duduk lihat report udah naek terus trafiknya, kira-kira saya sudah hampir 4 bulan mengikuti program adsense dari google, walaupun baru sdikkit penghasilannya tapi bisa di katakan terus naek dari bulan ke bulan.
jadi pengen ngasih scrensut report adsensi nih...
Banner di bawah ini juga bisa jadi referensi buat nyari Dollar, silahkan daftar !
Baca selengkapnya...
jadi pengen ngasih scrensut report adsensi nih...
Banner di bawah ini juga bisa jadi referensi buat nyari Dollar, silahkan daftar !
Baca selengkapnya...
Membuat Link Bergerak Keatas kayak yang di samping :)
Kebetulan ada yang nanya jadi di posting di sini deh... yuk baca selengkapnya
Masuk di edit halaman dan tambah widget pilih html/javascript
masukan kode berikut:
<center>
<p></p>
<table border="0" width="230" background="#00ffff" height="180">
<tr>
<td align="left">
<marquee
onmouseout="this.start()" direction="up" onmouseover="this.stop()" width="95%" scrollamount="2" height="200">
<center>
<br />-----------------------------------<br />
<a href="http://keperawatanku.blogspot.com">Keperawatanku</a>
<br />-----------------------------------<br />
<a href="http://www.emphy-poemkisahceritaku.blogspot.com/">Kak Rhevy</a>
<br />-----------------------------------<br />
<a href="http://islamic07.blogspot.com/">Ida</a>
<br />-----------------------------------<br />
<a href="http://www.thiya-renjana.co.cc/">Thiya</a>
<br />-----------------------------------<br />
<a href="http://seputarmkw.blogspot.com/">Jiwa Online</a>
<br />-----------------------------------<br />
<a href="http://akperku.blogspot.com/">Akperku</a>
<br />-----------------------------------<br />
<a href="http://www.ebook-gratis-kirara.blogspot.com/">Ebook Kirara</a>
<br />-----------------------------------<br />
<a href="http://blossomisme.wordpress.com/">Blossom is me</a>
<br />-----------------------------------<br />
<a href="http://ksuheimi.blogspot.com/">Dr. Suheimi</a>
</center>
<br />-----------------------------------<br />
<a href="http://ratihrochmat.wordpress.com/">Ratihrochmat</a>
</marquee></td></tr></table></center>
Tuh kalo sudah jangan lupa buat ngedit link2 yang di atas yang di kasih warna biru, ama merah... pokoke link ama nama linknya dehh..
selamat mencoba...
Baca selengkapnya...
Masuk di edit halaman dan tambah widget pilih html/javascript
masukan kode berikut:
<center>
<p></p>
<table border="0" width="230" background="#00ffff" height="180">
<tr>
<td align="left">
<marquee
onmouseout="this.start()" direction="up" onmouseover="this.stop()" width="95%" scrollamount="2" height="200">
<center>
<br />-----------------------------------<br />
<a href="http://keperawatanku.blogspot.com">Keperawatanku</a>
<br />-----------------------------------<br />
<a href="http://www.emphy-poemkisahceritaku.blogspot.com/">Kak Rhevy</a>
<br />-----------------------------------<br />
<a href="http://islamic07.blogspot.com/">Ida</a>
<br />-----------------------------------<br />
<a href="http://www.thiya-renjana.co.cc/">Thiya</a>
<br />-----------------------------------<br />
<a href="http://seputarmkw.blogspot.com/">Jiwa Online</a>
<br />-----------------------------------<br />
<a href="http://akperku.blogspot.com/">Akperku</a>
<br />-----------------------------------<br />
<a href="http://www.ebook-gratis-kirara.blogspot.com/">Ebook Kirara</a>
<br />-----------------------------------<br />
<a href="http://blossomisme.wordpress.com/">Blossom is me</a>
<br />-----------------------------------<br />
<a href="http://ksuheimi.blogspot.com/">Dr. Suheimi</a>
</center>
<br />-----------------------------------<br />
<a href="http://ratihrochmat.wordpress.com/">Ratihrochmat</a>
</marquee></td></tr></table></center>
Tuh kalo sudah jangan lupa buat ngedit link2 yang di atas yang di kasih warna biru, ama merah... pokoke link ama nama linknya dehh..
selamat mencoba...
Baca selengkapnya...
Di Ruang Melati
Seperti biasa suasana Rumah sakit tetap di ramaikan oleh pengunjung yang sanak saudaranya dirawat, panas terik tetapi akhirnya tiba juga diruangan jaga Melati jam 2 siang.
Setelah membaca Buku status pasien, perawat jaga terlihat saling bercengkrama dengann yang lainnya. terkadang Ia di sibukkan oleh keluarga pasien yang melapor kalau cairan infusnya sudah hampir habis, dan juga di sibukkan dengan jarum2 suntik yang akan di siapkan untuk injeksi selanjutnya,
Di ruang melati atau tepatnya Ruang Penyakit Dalam meliputi beberapa kamar pasien yaitu kamar No. 3, No. 4, No.6, No. 7, No. 8, dan No. 9
Yang menarik perhatian adalah pasien pada kamar No. 6, terlihat banyak saudaranya yang berkumpul, memang dilihat pasien sudah berumur tua, banyak juga terlihat cucu-cucunya yang masih berumur 1 tahun, dan anaknya yang hampir semuanya sudah menikah. terlihat sang istri (kami memanggilnya nenek) masih setia di samping sang suami.
Jam menunjukan pukul 5 sore, kondisi kakek sangat gelisah, dilihat dari berapa kali anaknya melapor ke ruang jaga perawat. terkadang seorang anaknya melaporkan kondisi tubuh bapaknya yang panas tinggi,
begitulah suasana Ruang Melati,
Setelah kembali dari ruang No. 6 itu, kembali perawatn beristirahat bersantai sejenak sambil meluruskan kaki yang lelahnya seperti baru saja berjalan jauh
selang beberapa jam, keluarga kekek (anak laki-lakinya yang sudah menikah) di kamar No. 6 melapor kalau kondisi ayahnya semakin parah.
"sebelumnya kami minta maaf, bukannya kami meragukan pengobatan di sini, tetapi melihat memang Bapak sudah umur tua, dilihat dari kondisinya yang semakin parah, kami sekeluarga sudah memutuskan, dan menerima apapun yang terjadi, untuk membawa bapak kembali ke kampung." suaranya agak parau, dan tersendat sendat, terlihat raut wajah yang pasrah.
"iya pak, tetapi kami disini tidak bisa langsung memulangkan kakek tanpa ijin dari dokter, mengingat kondisi bapak belum pulih, namun jika bapak ingin pulang bapak bisa menandatangani surat pernyataan pulang paksa, tetapi menurut saya kakek masih perlu di rawat di sini, sy harap bapak bersabar dan lebih telaten melihat kondisi kakek"
kata perawat jaga.
akhirnya ia pun kembali ke ruangan, selang beberapa menit kembali keluarganya melapor untuk perawat melihat kondisi kakek, semua keluarga kakek terlihat panik melihat nafas kakek yang mulai putus-putus. akhirnya dipasanglah oksigen walau kondisi kakek masih tidak sadar.
Perawat kembali ke ruang jaga,
selang beberapa menit, lagi-lagi keluarga pasien menyuruh kembali melihat kondisi kakek yang seperti sangat gelisah, nafasnya pun tersendat-sendat, terlihat ujung-ujung jari sang kakek sudah membiru. akhirnnya sang kakek menghembuskan nafas terakhirnya di sini, isak tangis keluarga mulai terdengar, nenek yang tadi duduk disamping kekek tertidur di lantai dipelukan anak perempuannya yang tidak bisa juga menahan isak tangisnya.
cucu-cucu kakek yang berumur sekitar 2 tahun yang tadinya bermain-main ikut pula menangis, melihat ibunya, mereka tidak tau apa yang terjadi yang mereka lihat hanyalah kakeknya yang ditutupi kain seluruh badan, dan dagunya yang di ikat, serta bertanya mengapa kaki kakeknya diikat.
akhirnya mereka mereka melepas kepergian kakek. tanggal 7 januari 2011, di ruang melati No. 6.
Pihak keluarga mengucapkan terimakasih kepada semua Perawat jaga saat itu, yang telah merawat dan menjaga Ayah mereka, mereka kembali ke kampung dengan mobil jenazah untuk di makamkan diisana.
Cerita di atas banyak sekali yang bisa di renungkan, tentang perasaan Anak yang di tinggalkan sang Ayah, Istri yang di tinggalkan, dan penerimaan dari keluarga.
Kembali teringat, kata sang Anak diatas bahwa mereka sudah menerima apapunn yang terjadi. dan itulah yang terjadi, mereka tetap kuat.
Saya rasa tidak ada yang harus di bicarakan lagi tentang kematian seseorang. Baca selengkapnya...
Setelah membaca Buku status pasien, perawat jaga terlihat saling bercengkrama dengann yang lainnya. terkadang Ia di sibukkan oleh keluarga pasien yang melapor kalau cairan infusnya sudah hampir habis, dan juga di sibukkan dengan jarum2 suntik yang akan di siapkan untuk injeksi selanjutnya,
Di ruang melati atau tepatnya Ruang Penyakit Dalam meliputi beberapa kamar pasien yaitu kamar No. 3, No. 4, No.6, No. 7, No. 8, dan No. 9
Yang menarik perhatian adalah pasien pada kamar No. 6, terlihat banyak saudaranya yang berkumpul, memang dilihat pasien sudah berumur tua, banyak juga terlihat cucu-cucunya yang masih berumur 1 tahun, dan anaknya yang hampir semuanya sudah menikah. terlihat sang istri (kami memanggilnya nenek) masih setia di samping sang suami.
Jam menunjukan pukul 5 sore, kondisi kakek sangat gelisah, dilihat dari berapa kali anaknya melapor ke ruang jaga perawat. terkadang seorang anaknya melaporkan kondisi tubuh bapaknya yang panas tinggi,
begitulah suasana Ruang Melati,
Setelah kembali dari ruang No. 6 itu, kembali perawatn beristirahat bersantai sejenak sambil meluruskan kaki yang lelahnya seperti baru saja berjalan jauh
selang beberapa jam, keluarga kekek (anak laki-lakinya yang sudah menikah) di kamar No. 6 melapor kalau kondisi ayahnya semakin parah.
"sebelumnya kami minta maaf, bukannya kami meragukan pengobatan di sini, tetapi melihat memang Bapak sudah umur tua, dilihat dari kondisinya yang semakin parah, kami sekeluarga sudah memutuskan, dan menerima apapun yang terjadi, untuk membawa bapak kembali ke kampung." suaranya agak parau, dan tersendat sendat, terlihat raut wajah yang pasrah.
"iya pak, tetapi kami disini tidak bisa langsung memulangkan kakek tanpa ijin dari dokter, mengingat kondisi bapak belum pulih, namun jika bapak ingin pulang bapak bisa menandatangani surat pernyataan pulang paksa, tetapi menurut saya kakek masih perlu di rawat di sini, sy harap bapak bersabar dan lebih telaten melihat kondisi kakek"
kata perawat jaga.
akhirnya ia pun kembali ke ruangan, selang beberapa menit kembali keluarganya melapor untuk perawat melihat kondisi kakek, semua keluarga kakek terlihat panik melihat nafas kakek yang mulai putus-putus. akhirnya dipasanglah oksigen walau kondisi kakek masih tidak sadar.
Perawat kembali ke ruang jaga,
selang beberapa menit, lagi-lagi keluarga pasien menyuruh kembali melihat kondisi kakek yang seperti sangat gelisah, nafasnya pun tersendat-sendat, terlihat ujung-ujung jari sang kakek sudah membiru. akhirnnya sang kakek menghembuskan nafas terakhirnya di sini, isak tangis keluarga mulai terdengar, nenek yang tadi duduk disamping kekek tertidur di lantai dipelukan anak perempuannya yang tidak bisa juga menahan isak tangisnya.
cucu-cucu kakek yang berumur sekitar 2 tahun yang tadinya bermain-main ikut pula menangis, melihat ibunya, mereka tidak tau apa yang terjadi yang mereka lihat hanyalah kakeknya yang ditutupi kain seluruh badan, dan dagunya yang di ikat, serta bertanya mengapa kaki kakeknya diikat.
akhirnya mereka mereka melepas kepergian kakek. tanggal 7 januari 2011, di ruang melati No. 6.
Pihak keluarga mengucapkan terimakasih kepada semua Perawat jaga saat itu, yang telah merawat dan menjaga Ayah mereka, mereka kembali ke kampung dengan mobil jenazah untuk di makamkan diisana.
Cerita di atas banyak sekali yang bisa di renungkan, tentang perasaan Anak yang di tinggalkan sang Ayah, Istri yang di tinggalkan, dan penerimaan dari keluarga.
Kembali teringat, kata sang Anak diatas bahwa mereka sudah menerima apapunn yang terjadi. dan itulah yang terjadi, mereka tetap kuat.
Saya rasa tidak ada yang harus di bicarakan lagi tentang kematian seseorang. Baca selengkapnya...
Doa ku Untuk Nya
Ya Allah hari ini Aku berdoa untuknya,
Dia yang akan melewati tahun demi tahun
Untuknya di Tahun 2011 ini
Ya Allah,
Selama Aku Masih bisa menyebut nama-Mu
Aku ingin Mengucap Syukur Karena Engkau telah mempertemukan Aku dengan nya
Dan Ku layang Doa selembut-lembutnya Doa untuk nya
Yang akan menjadi lebih baik di tahun ini
Ya Allah,
Selama Aku masih bisa bernafas
Aku ingin dia setiap Nafasku selalu mengalir nafas-nafas Cinta kasih untuknya
Ya Allah,
Ikhlasku bukan dari keanggunan bibir yang kau ciptakan untuknya
Tetapi setiap kata yang terucap dari bibirNya
Ikhlasku bukan dari mata indah yang Kau ciptakan untuknya
Tetapi bagaimana Ia memandang Dunia mu penuh makna
Ya Allah,
Aku berharap di tahun Ini
Dia dapat menjalani hari demi harinya penuh kebahagiaan
Tidak lagi Ia mengenal Jenuh
Bila perlu aku ingin menghapusnya
Aku berharap Di tahun ini
Dia dapat menyelesaikan semua tugas-tugasnya dengan baik
Dan dapat berguna untuk semua Orang
Aku ingin di setiap langkah kaki
Menuntunnya mencapai semua harapan-harapannya
karena Aku yakin di hatinya
Ada keinginan untuk membahagiakan Kedua orang tuanya
Ya Allah, Bantu Ia mewujudkan itu . . . .
Ya Allah,
Aku berharap Di tahun ini
Engkau jaga kesehatannnya Ya Allah
agar Ia bisa menjalani hari-hari penuh makna
Jagalah senyumnya untuk tetap ada di setiap hari-hari Ku
Seniwati
Baca selengkapnya...
Dia yang akan melewati tahun demi tahun
Untuknya di Tahun 2011 ini
Ya Allah,
Selama Aku Masih bisa menyebut nama-Mu
Aku ingin Mengucap Syukur Karena Engkau telah mempertemukan Aku dengan nya
Dan Ku layang Doa selembut-lembutnya Doa untuk nya
Yang akan menjadi lebih baik di tahun ini
Ya Allah,
Selama Aku masih bisa bernafas
Aku ingin dia setiap Nafasku selalu mengalir nafas-nafas Cinta kasih untuknya
Ya Allah,
Ikhlasku bukan dari keanggunan bibir yang kau ciptakan untuknya
Tetapi setiap kata yang terucap dari bibirNya
Ikhlasku bukan dari mata indah yang Kau ciptakan untuknya
Tetapi bagaimana Ia memandang Dunia mu penuh makna
Ya Allah,
Aku berharap di tahun Ini
Dia dapat menjalani hari demi harinya penuh kebahagiaan
Tidak lagi Ia mengenal Jenuh
Bila perlu aku ingin menghapusnya
Aku berharap Di tahun ini
Dia dapat menyelesaikan semua tugas-tugasnya dengan baik
Dan dapat berguna untuk semua Orang
Aku ingin di setiap langkah kaki
Menuntunnya mencapai semua harapan-harapannya
karena Aku yakin di hatinya
Ada keinginan untuk membahagiakan Kedua orang tuanya
Ya Allah, Bantu Ia mewujudkan itu . . . .
Ya Allah,
Aku berharap Di tahun ini
Engkau jaga kesehatannnya Ya Allah
agar Ia bisa menjalani hari-hari penuh makna
Jagalah senyumnya untuk tetap ada di setiap hari-hari Ku
Seniwati
Baca selengkapnya...
Belajar untuk belajar
thanks buat "Khink"
Hakikatnya hidup ini merupakan rangkaian proses belajar dan menempa diri agar menjadi lebih baik senantiasa. Sungguh, begitu banyak hal dapat disarikan dari perjalanan detik demi detik kehidupan kita. Hal-hal yang kita rasakan, kita lihat, kita dengar, kita keluarkan melalui lisan, semuanya bisa menjadi sesuatu yang sarat makna dan dapat memperkaya khazanah pengalaman kita untuk selanjutnya dijadikan modal bagi proses perbaikan diri, jika kita mau tentunya.
Little things mean a lot, ya, banyak hal kecil yang sesungguhnya memiliki makna yang begitu besar, jika saja kita mau sedikit lebih memperhatikan, sedikit melihat lebih ke dalam, dan sedikit saja berpikir. Ketika kita hanya memandang sesuatu dengan cara biasa, semuanya akan tampak biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa, seakan memang demikianlah seharusnya.
Ketika peristiwa-peristiwa yang kita temui atau kita jalani hanya lewat begitu saja, maka ia hanya akan menjadi masa lalu hampa nilai yang tidak dapat memberikan pengaruh apa-apa. Padahal jika kita mau sedikit saja menggali lebih dalam, mungkin tidak sedikit bekas-bekas berharga yang tertinggal di sana. Sebagaimana halnya mutiara, sebelum ada yang mengeluarkannya dari cangkang sang kerang, tidak ada yang dapat merasakan pancaran keindahannya.
Menjadi pembelajar sejati, hal yang cukup sulit dilakukan saya rasa. Bagi saya, seorang pembelajar sejati akan selalu mencoba mencari celah pembelajaran dari setiap kejadian yang dialaminya maupun kejadian yang dialami oleh orang lain. Sungguh saya ingin menjadi orang seperti itu: yang senantiasa dapat memaknai hidup dari sudut pandang positif, yang mampu melihat nilai-nilai yang belum tersingkap, serta mampu memunculkan keberhargaan walaupun begitu tersembunyi adanya. Siapa yang tahu di dalam cangkang kerang yang gelap tersimpan mutiara yang begitu indah jika tidak ada yang mencoba menyelam ke dasar lautan dan mendapatkannya. Ya, mutiara itu akan tetap ada, terlepas dari apakah ada yang berusaha membuka cangkang kerang tempatnya bersemayam atau tidak.
Belajar, belajar, dan belajar, menunjukkan bahwa manusia benar-benar makhluk yang memiliki banyak kelemahan dalam dirinya. Dan proses ini belum akan berhenti sampai ajal menjelang, dan maut datang menjemput. Saat itulah saya baru dapat menunjukkan dan mengatakan "Inilah saya, saya seutuhnya, saya yang sesungguhnya".
Baca selengkapnya...
Hakikatnya hidup ini merupakan rangkaian proses belajar dan menempa diri agar menjadi lebih baik senantiasa. Sungguh, begitu banyak hal dapat disarikan dari perjalanan detik demi detik kehidupan kita. Hal-hal yang kita rasakan, kita lihat, kita dengar, kita keluarkan melalui lisan, semuanya bisa menjadi sesuatu yang sarat makna dan dapat memperkaya khazanah pengalaman kita untuk selanjutnya dijadikan modal bagi proses perbaikan diri, jika kita mau tentunya.
Little things mean a lot, ya, banyak hal kecil yang sesungguhnya memiliki makna yang begitu besar, jika saja kita mau sedikit lebih memperhatikan, sedikit melihat lebih ke dalam, dan sedikit saja berpikir. Ketika kita hanya memandang sesuatu dengan cara biasa, semuanya akan tampak biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa, seakan memang demikianlah seharusnya.
Ketika peristiwa-peristiwa yang kita temui atau kita jalani hanya lewat begitu saja, maka ia hanya akan menjadi masa lalu hampa nilai yang tidak dapat memberikan pengaruh apa-apa. Padahal jika kita mau sedikit saja menggali lebih dalam, mungkin tidak sedikit bekas-bekas berharga yang tertinggal di sana. Sebagaimana halnya mutiara, sebelum ada yang mengeluarkannya dari cangkang sang kerang, tidak ada yang dapat merasakan pancaran keindahannya.
Menjadi pembelajar sejati, hal yang cukup sulit dilakukan saya rasa. Bagi saya, seorang pembelajar sejati akan selalu mencoba mencari celah pembelajaran dari setiap kejadian yang dialaminya maupun kejadian yang dialami oleh orang lain. Sungguh saya ingin menjadi orang seperti itu: yang senantiasa dapat memaknai hidup dari sudut pandang positif, yang mampu melihat nilai-nilai yang belum tersingkap, serta mampu memunculkan keberhargaan walaupun begitu tersembunyi adanya. Siapa yang tahu di dalam cangkang kerang yang gelap tersimpan mutiara yang begitu indah jika tidak ada yang mencoba menyelam ke dasar lautan dan mendapatkannya. Ya, mutiara itu akan tetap ada, terlepas dari apakah ada yang berusaha membuka cangkang kerang tempatnya bersemayam atau tidak.
Belajar, belajar, dan belajar, menunjukkan bahwa manusia benar-benar makhluk yang memiliki banyak kelemahan dalam dirinya. Dan proses ini belum akan berhenti sampai ajal menjelang, dan maut datang menjemput. Saat itulah saya baru dapat menunjukkan dan mengatakan "Inilah saya, saya seutuhnya, saya yang sesungguhnya".
Baca selengkapnya...
Photoshop in action..
akhirnya selesai juga edit-edit fotonya... foto ini di ambil seabad yang lalu pake kamera dari hape yang terbuat dari tanah liat.. cekidot
gimana?? Baca selengkapnya...
gimana?? Baca selengkapnya...
Menatap Langit Malam Ini
Beberapa malam terakhir ini memandangi langit malam menyisakan sedikit renungan di hati saya. Kali ini semakin terpikat oleh keluasan dan banyaknya bintang di langit yang cerah malam itu.
Lihat saja, nyaris tidak ada awan diatas, langit semua di hiasi bintang-bintang yang gemerlap, apalagi bulan Nampak sempurna dengan menampilkan semua bagiannya tubuhnya, itu semua mengingatkan saya bahwa betapa kecilnya saya di hadapan sang Pencipta, sejenak berfikir dan melihat di sekeliling bagaimana banyak di antara mereka yang merasa besar, dan tidak mereka sadari.
Dengan melihat langit saya bisa menertawakan diri sendiri yang sering kali begitu ambisius sehingga lupa untuk bersyukur, seringkali sibuk membanding-bandingkan dengan orang lain, membanding-bandingkan orang yang satu dengan yang lainnya, dan tidak sengaja keluar kata-kata yang seharusnya tidak penting untuk di keluarkan. Seringkali menertawakan orang lain.
Seringkali saya lupa akan sebutir nasi yang setiap hari saya makan, seringkali saya lupa akan seteguk air yang sering membasahi tenggorokan di kala haus.
Dengan menatap langit saya bisa melihat betapa kecilnya saya di hadapan Allah SWT, merasa kecilnya Kita di hadapannya, terkadang kita seringkali sibuk menoleh ke kiri dank e kanan untuk membandingkan dengan orang lain. Merasa iri pada mereka yang terlihat “lebih”.
Sering begitu sibuk mempertanyakan kenapa saya tidak seperti si anu, kenapa saya tidak bias seperti si ini, kenapa saya tidak bias melakukan ini, dan berbagai macam Bagaimana yang tidak akan pernah terjawab jika hati saya terus berkeras untuk menerima jawaban yang sudah tersedia, padahal saya sudah tau jawabannya : “bersyukur”
Namun apapun yang saya miliki saat ini, yang saya banggakan dan saya cintai, sauatu saat harus saya tinggalkan. Dan tidak satupun benda duniawi yang akan saya bawa selain selembar kain kafan.
Saya menatap langit sekali lagi. Cukup untuk hari ini saya menatapnya. Besok, di lain waktu, saya ingin meminta Allah memberi saya sedikit lagi waktu untuk menatap langit. Mengumandangkan zikir dan pujian-pujian kepada-Nya.
Maka hamparan ini suatu saat akan bersaksi
Akan sentuhan kuasa-Mu yang maha bertahta
Bahwa hidup, seperti layar dan lapisan yang membentuknya
Akan kembali pada satu titik, pualam mega.
Edited by Ikhsan
Baca selengkapnya...
Lihat saja, nyaris tidak ada awan diatas, langit semua di hiasi bintang-bintang yang gemerlap, apalagi bulan Nampak sempurna dengan menampilkan semua bagiannya tubuhnya, itu semua mengingatkan saya bahwa betapa kecilnya saya di hadapan sang Pencipta, sejenak berfikir dan melihat di sekeliling bagaimana banyak di antara mereka yang merasa besar, dan tidak mereka sadari.
Dengan melihat langit saya bisa menertawakan diri sendiri yang sering kali begitu ambisius sehingga lupa untuk bersyukur, seringkali sibuk membanding-bandingkan dengan orang lain, membanding-bandingkan orang yang satu dengan yang lainnya, dan tidak sengaja keluar kata-kata yang seharusnya tidak penting untuk di keluarkan. Seringkali menertawakan orang lain.
Seringkali saya lupa akan sebutir nasi yang setiap hari saya makan, seringkali saya lupa akan seteguk air yang sering membasahi tenggorokan di kala haus.
Dengan menatap langit saya bisa melihat betapa kecilnya saya di hadapan Allah SWT, merasa kecilnya Kita di hadapannya, terkadang kita seringkali sibuk menoleh ke kiri dank e kanan untuk membandingkan dengan orang lain. Merasa iri pada mereka yang terlihat “lebih”.
Sering begitu sibuk mempertanyakan kenapa saya tidak seperti si anu, kenapa saya tidak bias seperti si ini, kenapa saya tidak bias melakukan ini, dan berbagai macam Bagaimana yang tidak akan pernah terjawab jika hati saya terus berkeras untuk menerima jawaban yang sudah tersedia, padahal saya sudah tau jawabannya : “bersyukur”
Namun apapun yang saya miliki saat ini, yang saya banggakan dan saya cintai, sauatu saat harus saya tinggalkan. Dan tidak satupun benda duniawi yang akan saya bawa selain selembar kain kafan.
Saya menatap langit sekali lagi. Cukup untuk hari ini saya menatapnya. Besok, di lain waktu, saya ingin meminta Allah memberi saya sedikit lagi waktu untuk menatap langit. Mengumandangkan zikir dan pujian-pujian kepada-Nya.
Maka hamparan ini suatu saat akan bersaksi
Akan sentuhan kuasa-Mu yang maha bertahta
Bahwa hidup, seperti layar dan lapisan yang membentuknya
Akan kembali pada satu titik, pualam mega.
Edited by Ikhsan
Baca selengkapnya...
Melukis lagi
di kelas tidak ada kerja terpaksa siapkan pensil penghapus buat menggambar... hmm hasilnya..
Baca selengkapnya...
Baca selengkapnya...
Puisiku
sebuah puisi persembahan hati... tolong dibaca dan diresapi dalam-dalam dan dimengerti, anda akan mendapatkan makna yang sangat luas bahkan bisa membaca pikiran penulis puisi, pastikan suasana hening, bacalah dengan lirih yang sejuk, renungkan...
baca selengkapnya..
"Memilih bertahan"
jika aku akan memilih
aku akan memilih menjadi harapan, memilih menjadi waktu
dan jika saja engkau malaikat
aku mungkin sudah lama mati
jika engkau telah memilih untuk membuka cahayamu sejak dulu
harapku tak akan tertatih
tertahan ingat engkau terbang tak ter arah
aku akan rela mati demi engkau tetap terbang
rasa itu akan ada hingga
engkau memilih mengakhiri waktu
aku akan menyapa mu terus
dengan bahasa diamKu walau kau tak mengerti
karena itulah kau tetap tersenyum
senyumMu akan aku pertahankan
dan tidak akan ada yang bisa membuat Mu hilang
sekalipun kambing tak berjenggot lagi .... :P
by. ikhsan
Baca selengkapnya...
baca selengkapnya..
"Memilih bertahan"
jika aku akan memilih
aku akan memilih menjadi harapan, memilih menjadi waktu
dan jika saja engkau malaikat
aku mungkin sudah lama mati
jika engkau telah memilih untuk membuka cahayamu sejak dulu
harapku tak akan tertatih
tertahan ingat engkau terbang tak ter arah
aku akan rela mati demi engkau tetap terbang
rasa itu akan ada hingga
engkau memilih mengakhiri waktu
aku akan menyapa mu terus
dengan bahasa diamKu walau kau tak mengerti
karena itulah kau tetap tersenyum
senyumMu akan aku pertahankan
dan tidak akan ada yang bisa membuat Mu hilang
sekalipun kambing tak berjenggot lagi .... :P
by. ikhsan
Baca selengkapnya...
Sebuah Renungan
Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawa menyilang pada bahunya.
Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang Dari mata air ke rumah majikannya, tempayan itu hanya dapat membawa air setengah penuh.
Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya, Karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannnya.
Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata kepada si tukang air, "Saya sunggh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu."
"Kenapa?" Tanya si tukang air.
"Kenapa kamu merasa malu?"
"Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacadku itu, saya telah membuatmu rugi." Kata tempayan itu.
Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia berkata, "Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan."
Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur.
Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor, dan kembali tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya.
Si tukang air berkata kepada tempayan itu, "Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu. Itu karena aku selalu menyadari akan cacadmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang."
Setiap dari kita memiliki cacad dan kekurangan kita sendiri. Kita semua adalah tempayan retak. Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk menghias-Nya.
Di mata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma. Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah, di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita. Baca selengkapnya...
Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang Dari mata air ke rumah majikannya, tempayan itu hanya dapat membawa air setengah penuh.
Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya, Karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannnya.
Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata kepada si tukang air, "Saya sunggh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu."
"Kenapa?" Tanya si tukang air.
"Kenapa kamu merasa malu?"
"Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacadku itu, saya telah membuatmu rugi." Kata tempayan itu.
Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia berkata, "Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan."
Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur.
Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor, dan kembali tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya.
Si tukang air berkata kepada tempayan itu, "Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu. Itu karena aku selalu menyadari akan cacadmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang."
Setiap dari kita memiliki cacad dan kekurangan kita sendiri. Kita semua adalah tempayan retak. Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk menghias-Nya.
Di mata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma. Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah, di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita. Baca selengkapnya...
Karena Setiap Kita Adalah Mutiara
Mutiara. Awalnya ia bukan apa-apa. Hanya butiran pasir dan debu kotor yang tak ada harganya. Waktu yang kemudian membentuknya: detik demi detik, di kedalaman samudera, dalam kegelapan cangkang makhluk-Nya. Dengan proses yang demikian panjang dan pelan, penuh kesabaran. Pun kemudian, keindahannya juga tak dapat segera dinikmati begitu saja. Karena ia harus dijemput di kedalaman lautan, dikeluarkan dari rumahnya yang kokoh dan dibersihkan, disepuh dan diolah hingga menjadi perhiasan istimewa. Sungguh sebuah proses yang panjang dan melelahkan, bahkan bukan tidak mungkin terhenti di tengah jalan.
***
Mungkin engkau pernah merasa dirimu bukanlah apa-apa saat ini. Bahkan bisa jadi lebih dari itu, engkau membenci dirimu sendiri, sebagai manusia tak berguna, makhluk sia-sia. Begitu banyak kekurangan, begitu banyak kesalahan dan keburukan. Apalagi ketika kau melihat orang lain yang nampak begitu sempurna dan memiliki begitu banyak kelebihan, rasanya engkau makin ingin tenggelam. Mengapa orang lain memiliki begitu banyak kelebihan sedang aku tak memiliki apa-apa kecuali kekurangan? Mengapa aku buruk sedang orang lain cakep? Mengapa orang lain berhasil dan aku selalu gagal? Mengapa orang lain kaya dan aku miskin? Serta beribu 'mengapa' lainnya yang akan membuat kita kecewa dan terluka, serta terpaku pada kekurangan-kekurangan yang kita miliki.
Padahal, saya percaya, setiap kita tahu dan yakin, bahwa Allah tidak mungkin menciptakan makhlukNya hanya dengan kekurangan saja atau kelebihan saja. Hanya dengan madharat saja tanpa manfaat atau sebaliknya. Pun kita manusia, pastilah memiliki keduanya dalam porsi yang imbang. Dia yang maha kuasa membekali manusia dengan segala kelebihan, menjadikan setiap insan memiliki keistimewaan. Hanya saja proses hidup yang kita alami mungkin telah membuatnya hanya menjadi potensi terpendam, tak muncul ke permukaan, bahkan mungkin ia, sekalipun ia pernah muncul di masa kecil kita, kemudian terkubur oleh segala tekanan dan rintangan.
Padahal, ibarat mutiara, kita tak dapat menjadi berharga begitu saja. Kita butuh waktu untuk membentuknya. Kita butuh proses panjang untuk mendapatkan keindahannya. Dan proses ini, butuh ketelatenan dan kesabaran.
Ya, sesungguhnya setiap kita adalah mutiara yang memiliki pancaran keindahan kita masing-masing, seperti apapun adanya kita pada awalnya. Kita hanya harus menyepuhnya untuk membuatnya menjadi berharga. Dan proses menyepuh ini, banyak cara dan jalannya.
Rintangan, hambatan, pengalaman, pembelajaran, baik oleh diri sendiri maupun oleh orang lain, tidak akan menjadi masalah. Karena pada dasarnya kita adalah mutiara. Kita hanya harus berusaha semaksimal kita, membuka mata, buka telinga dan buka hati.
Hanya satu awal yang perlu kita lakukan: itikad dan keyakinan untuk menjadi mutiara. Sungguh saya ingin menjadi mutiara, melalui berbagi dan berbakti pada sesama. Engkau? Menjadi mutiara seperti apa yang engkau inginkan? Baca selengkapnya...
***
Mungkin engkau pernah merasa dirimu bukanlah apa-apa saat ini. Bahkan bisa jadi lebih dari itu, engkau membenci dirimu sendiri, sebagai manusia tak berguna, makhluk sia-sia. Begitu banyak kekurangan, begitu banyak kesalahan dan keburukan. Apalagi ketika kau melihat orang lain yang nampak begitu sempurna dan memiliki begitu banyak kelebihan, rasanya engkau makin ingin tenggelam. Mengapa orang lain memiliki begitu banyak kelebihan sedang aku tak memiliki apa-apa kecuali kekurangan? Mengapa aku buruk sedang orang lain cakep? Mengapa orang lain berhasil dan aku selalu gagal? Mengapa orang lain kaya dan aku miskin? Serta beribu 'mengapa' lainnya yang akan membuat kita kecewa dan terluka, serta terpaku pada kekurangan-kekurangan yang kita miliki.
Padahal, saya percaya, setiap kita tahu dan yakin, bahwa Allah tidak mungkin menciptakan makhlukNya hanya dengan kekurangan saja atau kelebihan saja. Hanya dengan madharat saja tanpa manfaat atau sebaliknya. Pun kita manusia, pastilah memiliki keduanya dalam porsi yang imbang. Dia yang maha kuasa membekali manusia dengan segala kelebihan, menjadikan setiap insan memiliki keistimewaan. Hanya saja proses hidup yang kita alami mungkin telah membuatnya hanya menjadi potensi terpendam, tak muncul ke permukaan, bahkan mungkin ia, sekalipun ia pernah muncul di masa kecil kita, kemudian terkubur oleh segala tekanan dan rintangan.
Padahal, ibarat mutiara, kita tak dapat menjadi berharga begitu saja. Kita butuh waktu untuk membentuknya. Kita butuh proses panjang untuk mendapatkan keindahannya. Dan proses ini, butuh ketelatenan dan kesabaran.
Ya, sesungguhnya setiap kita adalah mutiara yang memiliki pancaran keindahan kita masing-masing, seperti apapun adanya kita pada awalnya. Kita hanya harus menyepuhnya untuk membuatnya menjadi berharga. Dan proses menyepuh ini, banyak cara dan jalannya.
Rintangan, hambatan, pengalaman, pembelajaran, baik oleh diri sendiri maupun oleh orang lain, tidak akan menjadi masalah. Karena pada dasarnya kita adalah mutiara. Kita hanya harus berusaha semaksimal kita, membuka mata, buka telinga dan buka hati.
Hanya satu awal yang perlu kita lakukan: itikad dan keyakinan untuk menjadi mutiara. Sungguh saya ingin menjadi mutiara, melalui berbagi dan berbakti pada sesama. Engkau? Menjadi mutiara seperti apa yang engkau inginkan? Baca selengkapnya...
Kenapa mesti ada Ujian???
Sekolah. Ujian. Naik kelas.
Kuliah. Ujian. Naik tingkat.
Hidup. Ujian. Penghapusan dosa. Peningkatan derajat.
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan 'Kami telah beriman', sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS Al Ankabuut : 2)
Ujian. Kadang datang bagaikan palu godam yang menghantam. Kadang berupa beban menggayut di pundak. Kadang pula serasa menekan menyesakkan dada. Dunia gelap. Cahaya redup berpendar-pendar.
Kala ujian datang, rasanya diri tak sanggup menanggungnya. Menolehlah ke sekitar. Lihatlah, ada jiwa lain yang diuji olehNya. Dan ia tegar. Padahal, Masya Allah, tampaknya ujiannya begitu berat. Melihat ke ujian sendiri ternyata bagai debu saja.
Ah, Allah memang Maha Tahu. DiberiNya cobaan, diberiNya pula kekuatan. Semua sesuai kapasitas. Menolehlah. Setiap jiwa mendapat soal ujian. Dan setiap jiwa telah disediakan jawaban. Hanya, sudahkah menggali dan mencari jawaban-jawaban dariNya.
Sekolah, bukanlah sekolah jika tanpa ujian. Begitu pula hidup, sebuah sekolah abadi.
Ujian, sebuah pengharapan. Terhapusnya dosa atau naiknya derajat di mataNya.
Hakeem bin Zain. Baca selengkapnya...
Kuliah. Ujian. Naik tingkat.
Hidup. Ujian. Penghapusan dosa. Peningkatan derajat.
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan 'Kami telah beriman', sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS Al Ankabuut : 2)
Ujian. Kadang datang bagaikan palu godam yang menghantam. Kadang berupa beban menggayut di pundak. Kadang pula serasa menekan menyesakkan dada. Dunia gelap. Cahaya redup berpendar-pendar.
Kala ujian datang, rasanya diri tak sanggup menanggungnya. Menolehlah ke sekitar. Lihatlah, ada jiwa lain yang diuji olehNya. Dan ia tegar. Padahal, Masya Allah, tampaknya ujiannya begitu berat. Melihat ke ujian sendiri ternyata bagai debu saja.
Ah, Allah memang Maha Tahu. DiberiNya cobaan, diberiNya pula kekuatan. Semua sesuai kapasitas. Menolehlah. Setiap jiwa mendapat soal ujian. Dan setiap jiwa telah disediakan jawaban. Hanya, sudahkah menggali dan mencari jawaban-jawaban dariNya.
Sekolah, bukanlah sekolah jika tanpa ujian. Begitu pula hidup, sebuah sekolah abadi.
Ujian, sebuah pengharapan. Terhapusnya dosa atau naiknya derajat di mataNya.
Hakeem bin Zain. Baca selengkapnya...
Berfikir Sederhana
kali ini saya mau share apa yang saya dapat hari ini, judulnya berfikir sederhana, kita sering tidak menyadari apa yang kita perbuat saat ini dan terfokus pada apa yang akan kita lakukan kedepan atau berfokus pada hasil di masa depan. bahkan mengatakan bahwa Ia sudah benar.
berikut cerita tentang cara berfikir sederhana, from kaskus
"""
Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggu di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang buruan.
Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, 'untuk apa merepotkan diri dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor rusa besar yang saya incar?'
Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia berpikir, 'Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan, sia-sia.' Agak lama pemburu menunggu.
Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki binatang mendekat, pemburu pun mulai siaga penuh,tetapi ternyata, ah... kijang. Ia pun membiarkannya berlalu.
Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur. Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak, 'Rusa!!!' sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.
***
Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.
Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, yang mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang alim, baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak menemukan siapa-siapa.
""" Baca selengkapnya...
berikut cerita tentang cara berfikir sederhana, from kaskus
"""
Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggu di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang buruan.
Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, 'untuk apa merepotkan diri dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor rusa besar yang saya incar?'
Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia berpikir, 'Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan, sia-sia.' Agak lama pemburu menunggu.
Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki binatang mendekat, pemburu pun mulai siaga penuh,tetapi ternyata, ah... kijang. Ia pun membiarkannya berlalu.
Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur. Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak, 'Rusa!!!' sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.
***
Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.
Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, yang mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang alim, baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak menemukan siapa-siapa.
""" Baca selengkapnya...
Bluetooth Peripheral Driver error
buat yang punya masalah dengan Bluetooth peripheral driver saya ada solusinya nih, karena saya sendiri baru saja mengalaminya, biasanya pengguna Laptop Hp, laptop saya Compaq cq40, bluetoothnya error, surfing, browsing sana sini cara solusi, ngga dapat2 , dan iseng2 buka websitenya HP, ternyata software blututnya sudah ada yang versi 7, ya sudah saya download dan install, dan masalah terselese kan... oh iya, setelah install, pastikan laptopnya connect internet, ada driver yang mesti di search online, dan skip saja searching dari windows update..
OOk selamat mencoba....
hampir lupa ini linknya ftp://ftp.hp.com/pub/softpaq/sp46001-46500/sp46063.exe
Baca selengkapnya...
OOk selamat mencoba....
hampir lupa ini linknya ftp://ftp.hp.com/pub/softpaq/sp46001-46500/sp46063.exe
Baca selengkapnya...
Antivirus Ku....
sudah tiga kali Ganti antiVirus, awalnya Pake AVG, kemudian Avira, dan sekarang Kaspersky, semuanya karena Ukuran Updatenya yang sungguh besar, yang tidak sepadan dengan koneksi internet di rumah... adakah antivirus yang seperti mereka tapi updatenya lebih di perkecil????? sungguh malang nasib ku.... ini semua karena Virus.. ^_<
Baca selengkapnya...
Kelompok Belajar Bahasa Jepang
Hmmm saya sudah buat kelompok belajar bahasa jepang nih... kalau merasa suka sama bahasa jepang teman2 bisa gabung di group facebooknya....
di sana kisa bisa sama-sama belajar, sharing tentang bahasa jepang, di mulai dari NoL lohh...
tapi disana belum ada Master bahasa jepangnya untuk sementara... teman2 ikut saja dan rasakan kelebihannya, bisa dapat teman2 baru yang sama2 suka dengan bahasa jepang, apalagi teman2 yang suka baca komik2 jepang pasti suka...
ini linknya : Kelompok belajar bahasa Jepang
Di tunggu partisipasinya yah...
Baca selengkapnya...
di sana kisa bisa sama-sama belajar, sharing tentang bahasa jepang, di mulai dari NoL lohh...
tapi disana belum ada Master bahasa jepangnya untuk sementara... teman2 ikut saja dan rasakan kelebihannya, bisa dapat teman2 baru yang sama2 suka dengan bahasa jepang, apalagi teman2 yang suka baca komik2 jepang pasti suka...
ini linknya : Kelompok belajar bahasa Jepang
Di tunggu partisipasinya yah...
Baca selengkapnya...
Ini cerita singkat yang pernah saya baca di Tipi, DALAM
Di dalam kamar sambil nonton Tipi, gonta ganti chanel sana sini ngga ada tujuan, kamarnya sih cukup luas untuk maen bola kaki, telepisi, lemari, kulkas, rice cooker masih bisa masuk... akhirnya tangan capek juga pencet tombol, secara terpaksa harus nonton drama, yang sepertinya menarik.. ada cerita di dalam cerita yang bisa di maknai.. teman2 bisa memaknai sendiri-sendiri yah.. sangat singkat ini ceritanya:
"Ada seorang kesatria yang ingin bepergian, dimana desa itu tidak ada kendaraan sama sekali, tiba-tiba ia mendapatan seekor kuda, dan masyarakat mengatakan bahwa dia ORANG YANG BERUNTUG, tetapi saat perjalanan Kesatria itu Terjatuh dari Kuda, kakinya patah dan tidak bisa berjalan, Dan Masyarakat langsung mengatakan Bahwa Iya ORANG YANG TIDAK BERUNTUNG, selang bebrapa hari Terjadi perang Besar yang menghabiskan semua masyarakt desa itu, dan hanya satu orang yang hidup Yaitu KEsatria tersebut karena ia hanya di dalam rumah dengan kakinya yang patah...Yups Dia ORANG YANG BERUNTUNG"
Cerita ini di ceritakan Oleh pemeran kedua kepada pemeran Utama, tentang Film itu saya lupa judulnya, bahkan chanelnya jg lupa, tp hanya cerita itu yang saya ingat... Teman-teman bisa melihat sendiri maksud cerita itu...
"Keberuntungan Terakhir mungkin tidak akan di lihat oleh semua orang tapi itulah yang paling berarti"
"jangan patah semangat jika bertemu ketidakberuntungan"
"keberuntungan pertama hanya Ujian"
Salam Kasih sayang
Ikhsan
Baca selengkapnya...
"Ada seorang kesatria yang ingin bepergian, dimana desa itu tidak ada kendaraan sama sekali, tiba-tiba ia mendapatan seekor kuda, dan masyarakat mengatakan bahwa dia ORANG YANG BERUNTUG, tetapi saat perjalanan Kesatria itu Terjatuh dari Kuda, kakinya patah dan tidak bisa berjalan, Dan Masyarakat langsung mengatakan Bahwa Iya ORANG YANG TIDAK BERUNTUNG, selang bebrapa hari Terjadi perang Besar yang menghabiskan semua masyarakt desa itu, dan hanya satu orang yang hidup Yaitu KEsatria tersebut karena ia hanya di dalam rumah dengan kakinya yang patah...Yups Dia ORANG YANG BERUNTUNG"
Cerita ini di ceritakan Oleh pemeran kedua kepada pemeran Utama, tentang Film itu saya lupa judulnya, bahkan chanelnya jg lupa, tp hanya cerita itu yang saya ingat... Teman-teman bisa melihat sendiri maksud cerita itu...
"Keberuntungan Terakhir mungkin tidak akan di lihat oleh semua orang tapi itulah yang paling berarti"
"jangan patah semangat jika bertemu ketidakberuntungan"
"keberuntungan pertama hanya Ujian"
Salam Kasih sayang
Ikhsan
Baca selengkapnya...
Subscribe to:
Posts (Atom)





